dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 •  Informasi Seks
 •  Kirim Informasi
 •  Index Informasi
 •  Kalender Kesehatan
 •  Forum Kesehatan
 •  Humor Kesehatan
 •  Kirim Humor
 •  Daftarkan Link
 •  FAQ
• 

Bakteri gram-positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna metil ungu sewaktu proses pewarnaan Gram. Bakteri jenis ini akan berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop, sedangkan bakteri gram-negatif akan berwarna merah atau merah muda. Perbedaan klasifikasi antara kedua jenis bakteri ini terutama didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel bakteri.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Agar Anak Tidak Rewel  
 
Aktivitas Pengunjung:
Pembaca men-share informasi Tips Agar Kulit Putih Bersih di facebook 20 menit lalu.
? < >
  
Anggota? 

Lupa password?

Agar Anak Tidak Rewel
Label: anak, rewel. Dibaca: 12110 kali. Facebook Share: 19.Twitter Share: 13. Rating: ♥♥♥
Anggota DechaCare.com
Daftar sekarang (GRATIS)
Daftarkan email Anda, selanjutnya DechaCare.com akan mengirim informasi pilihan Anda ke email Anda. Informasi selengkapnya...

Terbaru: DechaCare.com API
Akse ke DechaCare.com API bagi developer website informasi kesehatan.
Dokumentasi DechaCare.com API selengkapnya.

BUAH hati Anda kerap rewel bila keinginannya tak terpenuhi? Ini bukanlah gejala negatif. Justru inilah caranya menyampaikan keinginan.

Sikapi dengan bijak tanpa harus menuruti segala keinginannya. Zahra Salita anak perempuan usia 2,5 tahun, dia sehat dengan perkembangan normal untuk anak seusianya. Yang membedakan dengan teman seusianya adalah sikapnya yang agak rewel dan temperamen.

Bocah ini mudah sekali menangis, marah, dan teriak-teriak bila keinginannya yang tidak terpenuhi. Sang ayah cenderung menyikapinya dengan mengikuti kemauan buah hatinya.

Pertemuannya yang jarang dengan Zahra membuatnya memilih menurut saja apa maunya. Berbeda dengan sang bunda. Kesibukan yang melilitnya membuat ia sering tak sabar menghadapi sikap Zahra. Ujungnya bila sudah kesal, ia tak jarang mencubit buah hatinya.

"Kadang-kadang pusing juga kalau dengar Zahra terusterusan rewel, ya menangislah, ngerengek ini itulah, kadang kalau lagi gak bisa nahan emosi, saya cubit aja karena kesal. Tapi sesudahnya, tentu saja saya merasa menyesal," papar sang bunda, Lutfia Suyono (27).

Nah, sebenarnya bagaimana sikap yang bijak menghadapi anak yang rewel? Pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta, Certified EI, PSYCH-K, SET, mengatakan, anak memiliki lima area pada pertumbuhan anak, yaitu sehat, merasa nyaman, ceria, kuat, dan cerdas emosi maupun intelektualnya.

"Adalah dambaan semua orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh sehat, merasa nyaman, ceria, kuat, dan cerdas emosi maupun intelektualnya," ujar Hanny yang juga menjabat sebagai ketua dari Radani Edutainment dan El Center, lembaga yang fokus usaha pada kegiatan yang menstimulasi kecerdasan dan kesehatan anak dan keluarga.

Hanny menuturkan, untuk perkembangan fisik sudah jelas hasilnya dari perkembangan berat badan, tinggi badan, kuat daya tahan dan lain-lainnya. Dan untuk ukuran kecerdasan, terutama intelektual juga mudah terlihat dan terasa perkembangannya. Namun, agar anak tumbuh di area yang tiga lagi, yaitu merasa nyaman, ceria, dan kuat biasanya agak banyak tantangannya karena belum banyak orangtua yang memahami pendekatan terbaik.

"Maklum, kan tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua," tandas ibu dua anak ini.

Nah biasanya, untuk anak rewel atau bahkan bisa juga sampai temper tantrum (suatu letupan amarah anak saat anak menunjukkan kemandirian dengan sikap negatifnya). Karena ketiga area pertumbuhan lainnya tadi belum terstimulasi dengan baik, anak merasa tidak nyaman, jadi tidak ceria, tidak kuat mentalnya, dan belum cerdas secara emosional.

"Hal-hal tersebut terjadi karena belum adanya keseimbangan di antara lima area perkembangan dan pertumbuhan anak," ucap wanita yang mengambil pendidikan di Emotional Intelligence Six Seconds USA tahun 2004 dan 2005.

Tentunya orangtua sebagai orang terdekat yang mengasuh anak sebagai salah satu faktor penyebab yang bisa menyebabkan anak seperti itu. Karenanya, ketika anak rewel sampai terjadi temper tantrum, banyak orangtua mengeluh dan menangani anak dengan cara yang sama saja. Misalnya anak menangis, maka orangtua dengan mudahnya memberi apa saja yang diminta anak, atau bisa juga dengan ancaman atau ditakut-takuti karena orangtua merasa pendekatan tersebut sangat efektif.

"Ya benar sekali memang efektif, tetapi efektif hanya untuk jangka pendek. Biasanya kebiasaan itu akan berulang jika sumber utamanya belum ditangani dengan baik," tuturnya.

Masih dikatakan Hanny, anak rewel atau tantrum sebenarnya tidaklah mengkhawatirkan. Sikap rewel menunjukkan perkembangan normal bagi anak, dalam arti dia sudah mempunyai keinginan,tetapi dalam hal lain dia juga masih memiliki keterbatasan dalam hal berkomunikasi verbal. Nah, sebaiknya orangtua bersyukur ketika anaknya mempunyai keinginan, tetapi sulit menyampaikan dan setelah sulit untuk menyampaikan dengan baik, malah dimarahi juga.

"Jika anak tak mempunyai keinginan, yang ada adalah terhambatnya perkembangan anak. Bukankah lebih bagus anak mempunyai keinginan daripada tidak," kata pakar yang mengambil pendidikan di Psychology Kinnesiolgy (PSYCH-K) Anaheim California dan Miami-Florida tahun 2006 dan 2007.

Penyebab lainnya juga bisa karena orangtua yang selalu merasa khawatir, penuh ketakutan dan terlalu protektif sehingga apa yang dirasakan orangtua tersampaikan juga kepada anak sehingga anak merasa tidak nyaman. Hal lainnya juga mereka meniru perilaku orangtua yang mudah marah, mudah teriak, dan berbicara kasar.

"Yang terpenting, sebagai orangtua kita harus berusaha untuk menghindari agar kerewelan anak atau temper tantrum anak tidak menjadi kebiasaan atau digunakan sebagai alat agar keinginannya terpenuhi," sarannya.

Label: anak, rewel. Dibaca: 12110 kali. Facebook Share: 19.Twitter Share: 13. Rating: ♥♥♥

Informasi Kesehatan terkait:

Gabung milis DechaCare.com!
Bookmark: Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Share di Facebook Disclaimers
Beri rating:
Beri tahu teman


Silakan tulis pesan Anda pada kolom berikut ini (gunakan tanda koma [,] untuk mengirim ke lebih dari satu teman pada bagian Nama dan Email teman):
Nama Anda:
Email Anda:
Nama Teman:
Email Teman:

Tuliskan pesan Anda pada kolom berikut:

Kode:
Tulis Kode:

Ada 11 komentar untuk informasi kesehatan ini. Posting komentar Anda.

Oleh: Sandra Levy, tanggal: 2011-10-11 23:09:50
Menurut yang saya tau sih anak rewel itu karena ada keluhan yang gak bisa dia sampaikan. Anak saya dulu juga suka rewel dan susah tidur di malam hari. Tapi setelah saya rajin bawa ke tempat massage untuk anak2 di mom n jo, anak saya jadi pulas tidurnya dan lebih ceria. Tapi setelah pindah ke cibubur agak kerepotan juga sih buat ke dharmawangsa karena mom n jo ada disana, setelah saya cari2 informasi ternyata di cibubur juga da tempat massage buat bayi dan anak2 namanya Bubble n me. mudah2an bermanfaat ya...
Oleh: nurtiani, tanggal: 2011-07-03 02:46:31
hy....aq pnya ank berumur 20 bln.....blkangan ini ntah knpa dia jadi sering skli nngis n rewel bgt,aq jg g tau apa penyebabnya karna kan anak q belum bisa bicara.kadang tanpa sadar aq mencubit atw memukul nya karna saking kesal dengan rewelnya.
kira2 apa ya solusi nya agar anak q ga rewel dan aq jga ga gampang marah,aq kasihan kalo harus memukul nya saat nangis walopun aq dalam keadaan ga sadar dan reflek.
Oleh: apriadi, tanggal: 2010-09-23 20:27:23
Saya adalah seorang ayah dari 1 anak (3,5 tahun).. Alhamdulillah, anak saya sehat, pintar, cerdas n aktif. Tapi yg namanya anak kecil, PASTI ada saatnya rewel. Sekedar saran aja bagi para pembaca. Disaat kita rewel n terus menangis, kita selaku orang tua haruslah mempunyai kesabaran yg ekstra n bertanyalah kepada anak kita; kenapa dia rewel n menangis.. Tujuannya adalah kita mendidik sang buah hati tuk brani mengungkapkan perasaannya dan mendidik komunikasi yg aktif, antara anak n orang tua..
Oleh: bunda aisya, tanggal: 2010-08-24 16:40:52
dear bunda semua minta tipsx,aq punya masalah nih dengan kawan sepermainannya,anakq aisya masih 17 bulan,dan ada anak kawan saya usianya hampir 2 tahun, setiap kali main dengan aisya slalu aisya jadi korban kenakalannya, ya didorong,dipukul, bahkan pernah digigit sampe biru tangannya anakq dan terkelupas hiks, mau ta damprat anaknya tapi aq hanya bisa mendesah saja, sementara ibunya hanya bilang jangan gt, aq binggung harus gmana menyingkapinya,hadapi anaknya org, menghindari jg sangat sulit karena kami satu pengajian jadi setiap pengajian ketemu dan aisya susah dilarang main dengan anak itu. mohon bantuannya mencarikan solusinya yang terbaik
Oleh: Dewi, tanggal: 2010-07-19 22:58:56
Saya punya ponakan berusia 1,5 tahun dia punya kebiasaan mengigit kalau dia kesel pada sesuatu misalnya kalau tiba2 dicium orang lain maka yang lagi gendong selalu jadi korban digigit sama si kecil. Kenapa ya kok bisa begitu??? Penyebabnya apa?? Kebiasaan itu bisa ilang ga'?? Satu lagi kalau dia ga' berhasil mengigit yang lagi gendong dia, biasanya dia suka memukul kepalanya sendiri.... Please

1 2 3 >> 

RSS Feed Info Kesehatan
Tips Kesehatan
.Tips Mengatasi Pegal Linu Dengan Cara Alami
.Tips Mengatasi Batuk Berdahak
.Delapan Tip Miliki Kulit Cantik Alami
Berita Keluarga
.Pentingnya Berkumur Setelah Muntah pada Ibu Hamil
.Tanda-tanda Tubuh Kurang Gizi
.Stres Bikin Daya Tahan Tubuh Menurun
Pola Hidup
.Pilih-Pilih Sepatu Pesta untuk Wanita
.10 Jenis Makanan Berkhasiat untuk Pria
.6 Pertimbangan Saat Memilih Gym
Anak dan Balita
.Kurangi Gangguan Saat Gigi Anak Tumbuh
.Puting Payudara Rata Bikin Susah Menyusui?
.Agar ASI Tetap Lancar Saat Anda Bekerja
Berita Seks
.Tanda-tanda Jumlah Sperma Anda Normal
.Pacu Gairah, Wanita Mau Pria Bersuara Seksi di Ranjang
.Cara-Cara Ampuh Ciptakan Klimaks Bercinta

 
 
Copyright © 2012 www.DechaCare.com. All rights reserved.  
Aktivitasku...
Aktivitasku...
  • Refresh