dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 •  Informasi Seks
 •  Kirim Informasi
 •  Index Informasi
 •  Kalender Kesehatan
 •  Forum Kesehatan
 •  Humor Kesehatan
 •  Kirim Humor
 •  Daftarkan Link
 •  FAQ
• 

Kolesterol adalah suatu lemak khusus yang struktur kimianya berupa steroida. Di dalam tubuh, kolesterol berperan untuk pembuatan sel membran, garam empedu, hormon kortikosteroid, dan hormon seks.
Kolesterol sebenarnya dapat dibuat sendiri oleh tubuh, namun jumlahnya hanya 20%. Selebihnya, kolesterol dibuat dari bahan-bahan di luar tubuh, yakni berupa makanan dengan sumber karbohidrat.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Autisme pada Anak, Mengapa Bisa Terjadi?  
 
Aktivitas Pengunjung:
Pembaca men-share informasi Tips Memuaskan Wanita di Atas Ranjang di facebook 58 menit lalu.
? < >
  
Anggota? 

Lupa password?

Autisme pada Anak, Mengapa Bisa Terjadi?
Label: autisme, autis. Dibaca: 24718 kali. Facebook Share: 32.Twitter Share: 18. Rating: ♥♥♥
Anggota DechaCare.com
Daftar sekarang (GRATIS)
Daftarkan email Anda, selanjutnya DechaCare.com akan mengirim informasi pilihan Anda ke email Anda. Informasi selengkapnya...

Terbaru: DechaCare.com API
Akse ke DechaCare.com API bagi developer website informasi kesehatan.
Dokumentasi DechaCare.com API selengkapnya.

KASUS penyakit autis saat ini semakin banyak terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini penyakit autis sudah dapat dideteksi sejak usia dini. Meski demikian, pengetahuan awam mengenai autis dan bagaimana menanganinya masih belum diketahui luas.

Autisme adalah suatu gangguan yang ditandai oleh melemahnya kemampuan bersosialisasi, bertingkah laku, dan berbicara. Autisme sering disebut dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD).

Nah, untuk mengetahui apakah anak Anda mengidap autis, maka penting untuk mengetahui mulai dari gejala, tindakan kuratif (penyembuhan) hingga tindakan preventif (pencegahan), serta makanan apa yang baik dan tidak baik dikonsumsi oleh penderita autisme.

Sejalan dengan bulan "Autis Awareness", Sun Hope menggelar seminar kesehatan dengan mengambil tema "Autiskah Anakku?". Dalam seminar yang diselenggarakan di Kantor Pusat Sun Hope Indonesia ini, menghadirkan pembicara dr Irawan Mangunatmadja, Sp.A(K), dan bintang tamu artis Diah Permatasari.

Dalam seminar yang baru diadakan belum lama ini, dr Irawan memberikan pemahaman kepada para peserta seminar lebih jauh mengenai penyakit autis. "Penyakit autis memiliki gejala-gejala yang kemudian dapat membantu diagnosis dokter yang dapat dilihat dari perilaku para penderitanya," paparnya.

Menurut dr Irawan, anak autis memiliki gangguan komunikasi yang lemah. Artinya, tidak bisa berbicara atau memiliki keterlambatan bicara pada usia seharusnya. Kadang kesalahan yang terjadi diakibatkan kurang tahunya orangtua akan penyakit ini. Sehingga menganggap biasa anak yang telat bicara.

"Bila anak Anda mengalamai ciri tersebut, maka sebaiknya cepat konsultasikan pada dokter," sarannya.

Ciri lain yang dapat dilihat ialah anak memiliki gangguan interaksi sosial. Dengan kondisi demikian, anak sulit untuk diajak berkomunikasi. Tak hanya itu saja, lanjutnya, anak autis juga memiliki gangguan perilaku.

"Ciri khas lainnya dari gejala autis ialah anak sering melakukan kegiatan yang berulang. Seperti mukul-mukul sendiri atau suka memutar diri sendiri yang dilakukan berulang kali," terangnya.

Mengenai cara penanganan penyandang autis, ahli gizi Sun Hope Indonesia, Fatimah Syarief, AMG, StiP menuturkan untuk memberikan nutrisi tepat.

"Pada beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang mengalami autisme ternyata juga alergi terhadap makanan tertentu. Penderita autis umumnya mengalami masalah pencernaan, terutama makanan yang mengandung casein (protein susu) dan gluten (protein tepung)," jelas Fatimah.

Karena kedua jenis protein tersebut sulit dicerna, maka akan menimbulkan gangguan fungsi otak apabila mengonsumsi kedua jenis protein ini. Sehingga perilaku penderita autis akan menjadi lebih hiperaktif.

Menurutnya, suplemen yang baik diperlukan penderita autis yang biasanya mengalami lactose intolerance (ketidakmampuan pencernaan untuk mencerna laktosa). Salah satu suplemen yang baik diberikan bagi penderita autis adalah sinbiotik.

"Sinbiotik yaitu gabungan probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dimakan untuk memperbaiki secara menguntungkan keseimbangan mikroflora usus," kata dia.

Anak autis, sambungnya, memerlukan vitamin C sebagai antioksidan. Adapun sumber terbaik yang dapat diberikan pada anak dengan kasus ini dapat berasal dari sayuran dan buah-buahan. Meski demikian, sebaiknya pilih sayuran dan buah-buahan yang tidak mengandung pengawet.

Ditambahkan Fatimah, beberapa spesies yang biasa digunakan antara lain mengandung Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus casei, Bifidobacterium bifidum, Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus lactis. Sementara itu, prebiotik adalah substansi makanan yang dapat meningkatkan beberapa bakteri usus yang menguntungkan bagi kesehatan.

Label: autisme, autis. Dibaca: 24718 kali. Facebook Share: 32.Twitter Share: 18. Rating: ♥♥♥

Informasi Kesehatan terkait:

Gabung milis DechaCare.com!
Bookmark: Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Share di Facebook Disclaimers
Beri rating:
Beri tahu teman


Silakan tulis pesan Anda pada kolom berikut ini (gunakan tanda koma [,] untuk mengirim ke lebih dari satu teman pada bagian Nama dan Email teman):
Nama Anda:
Email Anda:
Nama Teman:
Email Teman:

Tuliskan pesan Anda pada kolom berikut:

Kode:
Tulis Kode:

Ada 24 komentar untuk informasi kesehatan ini. Posting komentar Anda.

Oleh: kingkin, tanggal: 2011-11-13 23:22:47
saya pengelola rumah asuh(tpa), salah satu anak asuh saya ada yang agak istimewa, dimana dia aktif sekali, belum bisa ngomong di usia 2,5th lebih, kalo dipanggil namanya dia tidak bereaksi dan sibuk dengan dirinya sendiri. gejala ini apakah bisa dikategorikan autisme ataukah hiperaktif, mohon infonya dan solusinya. terimakasih

Apakah komentar ini bermanfaat bagi Anda?
Oleh: Hanum, tanggal: 2011-10-22 02:27:57
Coba terapi oksigen hiperbarik di RSB. Graha Kedoya, setelah 5x terapi hiperaktifnya berkurang, dan lebih responsif kalau di ajak bicara

Apakah komentar ini bermanfaat bagi Anda?
Oleh: yayuk , tanggal: 2011-10-21 21:39:56
anak saya berusia 2.5 thn, sampe saat ini blom bisa bicara.kata yang keluar "tatatatatattata ...mamamammamama...appapaapappa...yayayyayaya" sdh sy bawa ke psikikolog katanya anak saya suspec autis.ke dokter mana sy harus periksakan??

Apakah komentar ini bermanfaat bagi Anda?
Oleh: audrey, tanggal: 2011-08-24 04:11:03
Apakah penyandang autisme dpt sembuh? Dimana tempat praktek dokter?

Apakah komentar ini bermanfaat bagi Anda?
Oleh: Zainah ibrahim, tanggal: 2011-06-28 09:29:17
Saya adalah guru PAUD, saya mohon di kirimi artikel lengkap mengenai autis. Terima kasih.

Apakah komentar ini bermanfaat bagi Anda?

1 2 3 4 5 >> 

RSS Feed Info Kesehatan
Tips Kesehatan
.Empat Alasan Harus Makan Pagi
.Enam Makanan Memicu Sembelit
.Bebaskan Depresi dengan Olahraga Jalan Kaki
Berita Keluarga
.Sarapan Telur Bisa Menunda Lapar
.Olahraga Saat Hamil Permudah Proses Persalinan
.Cara Aman Bepergian ke Daerah Endemis Malaria
Pola Hidup
.Rutin Sarapan, Diabetes Menjauh
.Tidur 9 Jam Bikin Berat Badan Turun
.Minyak dalam Alpukat Cegah Penuaan
Anak dan Balita
.Waspadai Efek Samping Penggunaan Dot
.Delapan Alasan Kenapa Harus Bikin Sendiri Makanan Bayi
.5 Penyebab Dehidrasi pada Bayi
Berita Seks
.Kenapa Pria Malas Berhubungan Seks Saat Istri Hamil?
.7 Rahasia Seks Yang Wajib Diketahui Pria
.Pelukan Hangat, Siasat Ampuh Tingkatkan Gelora Bercinta

 
 
Copyright © 2012 www.DechaCare.com. All rights reserved.  
Aktivitasku...
Aktivitasku...
  • Refresh