Benarkah Viagra dapat Perkuat Segalanya?

Seks 0 6.938

Mekanisme kerja Viagra adalah membuat relaksasi pada otot polos, yaitu dengan cara menghambat enzim fosfodiestrase. Otot polos yang berperan dalam impotensi disebut corpus kavernosum, yang merupakan suatu jaringan yang mendukung ereksi.

Selama ini, Viagra diduga dapat membantu 90% pasien yang mengalami gangguan ereksi dan hanya sedikit efek sampingnya. Hal itu menyebabkan kebanyakan pria memiliki pengharapan yang tidak realistis terhadap Viagra. Ketika penderita impotensi mengonsumsi pil ini, kemudian tidak berfungsi seperti yang mereka harapkan, akhirnya mereka akan kehilangan semangat dan mengalami depresi.

Hasil riset terhadap 40 pria penderita impotensi di rumah sakit Royal Hampshire, Inggris menunjukkan bahwa para pria tersebut memiliki harapan yang terlalu tinggi terhadap pengobatan Viagra setelah para peneliti mewawancarai mereka. Mereka berusia rata-rata 52 tahun dan telah mendapatkan resep Viagra untuk mengatasi gangguan seksualnya. Kesehatan mereka secara keseluruhan terlihat membaik begitu pengobatan Viagra berhasil mengatasi gangguan seksualnya. Namun sebaliknya, para pria tersebut merasa rendah diri dan dilanda kesedihan yang mendalam ketika pengobatan tersebut gagal. Hasil penelitian itu telah dipublikasikan dalam British Medical Journal.

Bagi sejumlah pria, Viagra memang aman dikonsumsi dan bekerja secara efektif, tetapi bagi sebagian lainnya obat ini tidak bekerja dengan baik. Alasannya memang tidak selalu bisa dimengerti. Yang jelas, pil tersebut tidak boleh diminum setelah mengonsumsi alkohol. Selain itu, pria juga masih membutuhkan rangsangan seksual agar bisa bergairah. Viagra akan berfungsi bila sang pria merasa terangsang. Tanpa keinginan dan rangsangan erotik, Viagra tidak bisa bekerja, karena pil ini bukan termasuk obat perangsang.

Seperti diketahui, aktivitas seksual dimulai dengan adanya libido atau gairah. Kemudian diikuti dengan terjadinya ereksi bila ada rangsangan. Tahap ketiga adalah ejakulasi, pada laki-laki biasanya hampir bersamaan dengan tahap keempat yaitu orgasme atau munculnya perasaan nikmat yang subyektif.

Memang Viagra tidak dapat menyelesaikan semua masalah seksual pada pria. Ada banyak faktor yang berperan dalam kasus disfungsi ereksi, baik masalah fisiologi tubuh (seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kanker prostat, dan penyakit sistem pembuluh darah), masalah psikologi, ataupun keduanya.

Tag:

viagra  

Info Kesehatan Terkait

0 Komentar

  1. Belum ada komentar. Berikan komentar Anda terhadap Benarkah Viagra dapat Perkuat Segalanya?

Beri Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *



Informasi yang tersedia di DechaCare.com diambil dari berbagai sumber dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat, saran, konsultasi ataupun kunjungan kepada dokter Anda. Kunjungi dokter Anda bila masalah kesehatan atau sakit Anda berlanjut. DechaCare.com tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang terjadi atas penggunaan/penyalahgunaan informasi yang disajikan.

Berlangganan Informasi

Dapatkan informasi kesehatan dan informasi obat terupdate dengan mendaftarkan email Anda.


Copyright © 2015 DechaCare.com

Back to Top