dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 •  Informasi Seks
 •  Kirim Informasi
 •  Index Informasi
 •  Kalender Kesehatan
 •  Forum Kesehatan
 •  Humor Kesehatan
 •  Kirim Humor
 •  Daftarkan Link
 •  FAQ
• 

Darah Tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Daging Merah Meningkatkan Risiko Kanker Payudara  
 
Aktivitas Pengunjung:
Pembaca men-share informasi obat Albendazole di facebook 6 menit lalu.
? < >
   
Anggota? 

Lupa password?

Daging Merah Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
Label: kanker payudara. Dibaca: 7208 kali. Facebook Share: 22.Twitter Share: 17. Rating: ♥

Wanita muda yang rutin makan daging merah tampaknya akan memiliki risiko lebih tinggi terjadinya kanker payudara, dilaporkan oleh Harvard Study of Women's Health.

Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 90.000 wanita. Para ahli tersebut mengatakan bahwa wanita yang banyak mengkonsumsi daging merah saat mereka berusia 20, 30 dan 40 tahun, lebih besar berisiko mengalami kanker payudara pada 12 tahun kedepan. Para ahli tersebut mengatakan bahwa mereka yang rutin makan daging merah dua kali lebih berisiko dibandingkan mereka yang jarang makan daging merah.

Penelitian tersebut dipublikasikan 13 November 2006 dalam Archives of Internal Medicine, dimana untuk pertama kalinya mempelajari hubungan antara mengkonsumsi daging merah dan terjadinya kanker payudara pada wanita premenopause, dan untuk pertama kalinya dipelajari tentang berbagai tipe dari kanker payudara.

Meski demikian, para ahli tersebut masih membutuhkan informasi yang lebih lengkap tentang hubungan dari kondisi tersebut. Mereka mengatakan temuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk membatasi mengkonsumsi daging merah, karena diketahui pula daging merah juga berisiko tinggi sebabkan terjadinya kanker usus (kanker kolon).

Eunyoung Cho, seorang profesor dari Harvard Medical School dan timnya melakukan penelitian terhadap 90.659 wanita usia 26 hingga 46 tahun. Dengan periode yang cukup lama mereka mempelajari kesehatan wanita tersebut. Secara lengkap mereka memantau kebiasaan makan partisipan tersebut selama 4 tahun.

Para ahli tersebut menganalisis apakah mengkonsumsi daging merah berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker payudara, dari tahun 1991 hingga 2003. Hasilnya mereka tidak menemukan hubungan yang yang bermakna. Tetapi saat mereka meneliti 512 wanita yang menderita kanker payudara akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron, hasilnya diperoleh hubungan antara keduanya.

Mereka yang makan lebih dari 1,5 porsi daging merah perhari, tampaknya dua kali berisiko lebih tinggi menderita kanker payudara dengan reseptor hormon yang positif dibandingkan dengan mereka yang makan daging merah kurang dari tiga porsi dalam seminggu. Satu porsi setara dengan makan satu hamburger atau hotdog.

Terlalu banyak faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, Nancy E. Davidson, seorang ahli kanker payudara dari Johns Hopkins University, Baltimore mengatakan. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu pada wanita yang dapat mengalami perubahan, berbagai macam dapat menimbulkan risiko.

Untuk daging merah sebabkan kanker payudara, tidak diketahui mengapa, namun para ahli sebelumnya meneliti dan menemukan beberapa kesimpulan yang mungkin menjadi penyebabnya, suatu substansi diproduksi saat daging tersebut dimasak kemungkinan bersifat karsinogenik, secara alami substansi tersebut mempengaruhi kerja dari hormon, atau makanan sapi diberi hormon supaya tumbuh besar dan gemuk, hormon tersebut menjadi pemicu terjadinya kanker payudara bila dikonsumsi oleh wanita.

Mengatur gaya hidup termasuk mengatur diet sangat penting diusia muda, karena kebiasaan saat muda menentukan kehidupan dimasa mendatang, Carolina Hinestrosa dari National Breast Cancer Coalition menyebutkan.

Label: kanker payudara. Dibaca: 7208 kali. Facebook Share: 22.Twitter Share: 17. Rating: ♥

Informasi Kesehatan terkait:

Share di Facebook Kirim ke Teman
  Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Disclaimers
Beri rating:

Kirim Informasi Kesehatan Ke Teman
Apakah Anda ingin berbagi Informasi Kesehatan ini dengan teman Anda?
Silakan tulis pesan Anda pada kolom berikut ini (gunakan tanda koma [,] untuk mengirim ke lebih dari satu teman pada bagian Nama dan Email teman).
Nama Anda:
Email Anda:
Nama Teman:
Email Teman:

Tuliskan pesan Anda pada kolom berikut:
Kode:
Tulis Kode:

Belum ada komentar. Posting komentar Anda.


Berikan Komentar
Apa komentar Anda terhadap Informasi Kesehatan ini?
Di sini Anda dapat membagi komentar Anda dengan pembaca yang lain, pengalaman atau tanggapan Anda terhadap Informasi Kesehatan ini bisa menjadi bahan diskusi bersama pembaca yang lain.
Nama:
Email:

Tulis komentar Anda pada kolom berikut:
Kode:
Tulis Kode:

RSS Feed Info Kesehatan


Tips Kesehatan
.Hindari Makanan Ini jika Derita Hipertensi
.Fakta-Fakta Menakjubkan seputar Kehamilan Perlu Anda Tahu
.Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja
Berita Keluarga
.Garam Tak Sebabkan Hipertensi?
.Profil Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek
.Sehelai Rambut Bisa Tunjukkan Seseorang Telah Meninggal
Pola Hidup
.Termasuk Tipe Penidur yang Manakah Anda?
.Viagra Bakal Dikembangkan Jadi Obat Jantung?
.9 Virus Paling Mematikan di Bumi
Anak dan Balita
.Ini Tanda Orangtua Tak Dekat dengan Sang Buah Hati
.Studi: Antibiotik Berhubungan dengan Obesitas Anak
.Peran Dokter Kecil untuk Pengetahuan Gizi Anak
Berita Seks
.Warna Sperma Bisa Jadi Pertanda Kesehatan
.Orgasme Berulangkali, Pria Pasti Bisa
.Memilih Alat Kontrasepsi ala Kafetaria

 
 
Copyright © 2014 www.DechaCare.com. All rights reserved.  
Aktivitasku...
Aktivitasku...
  • Refresh