dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 •  Informasi Seks
 •  Kirim Informasi
 •  Index Informasi
 •  Kalender Kesehatan
 •  Forum Kesehatan
 •  Humor Kesehatan
 •  Kirim Humor
 •  Daftarkan Link
 •  FAQ
• 

Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Mengatasi Ejakulasi Dini  
 
Aktivitas Pengunjung:
Pembaca merekomendasikan EM Kapsul 2 menit lalu.
? < >
   
Anggota? 

Lupa password?

Mengatasi Ejakulasi Dini
Label: ejakulasi, ejakulasi dini. Dibaca: 31081 kali. Facebook Share: 21.Twitter Share: 24. Rating: ♥♥♥

GANGGUAN seksual yang cukup banyak dialami kaum pria selain disfungsi ereksi adalah ejakulasi dini (Edi). Ketidaksiapan dalam berhubungan seksual, menjadi salah faktor penyebabnya. Tak heran, jika banyak pria yang tak menyadari kalau dia mengalami Edi.

\"Berhubungan seksual itu butuh kesiapan. Tak hanya soal fisik tapi juga mental. Ejakulasi dini itu karena pria tidak siap menghadapi hubungan seks. Karena penyakit ini berkaitan dengan sistem saraf. Pada orang tua, umumnya karena kemampuan sarafnya untuk mengontrol ejakulasi terganggu,\" ungkap Dr dr A Wardihan Sinrang, MS kepada Fajar di ruang kerjanya di Rektorat Unhas, Rabu 14 Juni.

Pria biasanya tak mengerti dan hanya mengeluh mengenai masalah ejakulasi yang terlalu cepat itu. Padahal, hal itu sudah merupakan gangguan seksual. Pada dasarnya, pria yang Edi, bisa ereksi dan melakukan hubungan seks tapi ya itu tadi, terlalu cepat ejakulasi (mencapai puncak dan mengeluarkan sperma).

Edi, kata Wardihan, merupakan ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu singkat, yang tidak sesuai dengan keinginannya. Malah ada yang ejakulasi, padahal penis belum sempat penetrasi ke dalam vagina. Pada disfungsi ereksi, hubungan seksual tidak dapat berlangsung karena ereksi terganggu. Kalaupun berhubungan, tapi ereksi jadi hilang.

Ada beberapa teori penyebab ejakulasi dini. Pertama, kebiasaan mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa sebelumnya. Kedua, kurang berfungsinya serotonin, suatu bahan neurotransmitter yang berfungsi menghambat ejakulasi. Ketiga, gangguan kontrol syaraf yang mengatur peristiwa ejakulasi. Pria dengan disfungsi ereksi pada umumnya mengalami ejakulasi dini. Sebaliknya, pria dengan ejakulasi dini pada akhirnya dapat mengalami disfungsi ereksi.

Edi dikatakan berat, jika ejakulasi yang langsung terjadi begitu penis menyentuh kelamin wanita bagian luar. Bahkan sebagian kecil pria dengan ejakulasi dini berat sudah mengalami ejakulasi sebelum penisnya menyentuh kelamin wanita bagian luar. Namun pria yang mengalami edi tidak berarti mengalami gangguan sperma.

Untuk mengatasinya, bisa dilakukan sex therapy. Atau dengan menggunakan obat untuk mengontrol ejakulasi. Terapi seks dan obat memberikan hasil yang cukup baik. Seks terapi bisa dilakukan atas bantuan istri. Caranya, istri melakukan masturbasi terhadap suami edi dengan posisi suami berbaring terlentang, sampai suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi.

Atau, ketika suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi.

Bisa juga, istri melakukan masturbasi terhadap suami sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam posisi istri di atas tanpa melakukan gerakan. Bila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada penis.

Label: ejakulasi, ejakulasi dini. Dibaca: 31081 kali. Facebook Share: 21.Twitter Share: 24. Rating: ♥♥♥

Informasi Kesehatan terkait:

Share di Facebook Kirim ke Teman
  Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Disclaimers
Beri rating:

Kirim Informasi Kesehatan Ke Teman
Apakah Anda ingin berbagi Informasi Kesehatan ini dengan teman Anda?
Silakan tulis pesan Anda pada kolom berikut ini (gunakan tanda koma [,] untuk mengirim ke lebih dari satu teman pada bagian Nama dan Email teman).
Nama Anda:
Email Anda:
Nama Teman:
Email Teman:

Tuliskan pesan Anda pada kolom berikut:
Kode:
Tulis Kode:

Belum ada komentar. Posting komentar Anda.


Berikan Komentar
Apa komentar Anda terhadap Informasi Kesehatan ini?
Di sini Anda dapat membagi komentar Anda dengan pembaca yang lain, pengalaman atau tanggapan Anda terhadap Informasi Kesehatan ini bisa menjadi bahan diskusi bersama pembaca yang lain.
Nama:
Email:

Tulis komentar Anda pada kolom berikut:
Kode:
Tulis Kode:

RSS Feed Info Kesehatan


Tips Kesehatan
.Hindari Makanan Ini jika Derita Hipertensi
.Fakta-Fakta Menakjubkan seputar Kehamilan Perlu Anda Tahu
.Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja
Berita Keluarga
.Garam Tak Sebabkan Hipertensi?
.Profil Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek
.Sehelai Rambut Bisa Tunjukkan Seseorang Telah Meninggal
Pola Hidup
.Termasuk Tipe Penidur yang Manakah Anda?
.Viagra Bakal Dikembangkan Jadi Obat Jantung?
.9 Virus Paling Mematikan di Bumi
Anak dan Balita
.Ini Tanda Orangtua Tak Dekat dengan Sang Buah Hati
.Studi: Antibiotik Berhubungan dengan Obesitas Anak
.Peran Dokter Kecil untuk Pengetahuan Gizi Anak
Berita Seks
.Warna Sperma Bisa Jadi Pertanda Kesehatan
.Orgasme Berulangkali, Pria Pasti Bisa
.Memilih Alat Kontrasepsi ala Kafetaria

 
 
Copyright © 2014 www.DechaCare.com. All rights reserved.  
Aktivitasku...
Aktivitasku...
  • Refresh