Pilek adalah gejala yang timbul karena Influenza atau yang juga biasa lebih dikenal dengan nama Flu dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh RNA virus dari famili orthomyxoviridae. Pilek bukan hanya menyerang manusia tetapi juga binatang.
Salah satu penyakit anak yang banyak dikeluhkan kaum ibu adalah sembelit, yaitu anak mengalami keterlambatan atau kesukaran dalam membuang kotorannya. Pada anak yang masih dalam usia bayi, sembelit memang sering kali membuat orangtua khawatir. Adapun pada anak usia di atas dua tahun, sembelit cenderung dianggap ringan.
Bila bayi dalam dua atau tiga hari tidak membuang kotorannya dan terus menangis, biasanya orangtua bingung sendiri karena bayi memang belum bisa diajak berbicara apa yang dikeluhkannya. Oleh karena itu, kita sering kali merasa kesulitan untuk menentukan adanya keterlambatan proses buang air besar pada anak.
Anak di bawah usia dua tahun biasanya belum menyadari bahwa mereka mempunyai suatu kontrol dalam proses buang air besar. Terlebih pada anak-anak yang mempunyai perkembangan tubuh terlambat atau mempunyai cacat jasmani akan menghalangi proses pengontrolan ini. Akibatnya, anak akan mengalami keterlambatan dalam menguasai kepandaian membuang kotorannya.
Oleh sebab itu, ketika kesehatan umum anak terganggu, terutama lambatnya pertumbuhan berat badan dan tingginya, kita harus mulai curiga adanya kelainan ini. Apalagi kalau anak sudah sering mengalami sembelit sejak bayi, adanya penyakit organik tertentu yang mendasari kelainan ini harus segera dicurigai. Faktor penyebab
Mengapa anak mengalami sembelit? Tentunya banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Di antaranya adalah adanya penyakit organ tubuh yang diderita anak. Pada umumnya faktor ini sudah terlihat nyata pada bulan pertama kehidupan bayi. Dan keadaan ini dapat ditemukan bila bayi diperiksakan dengan teliti ke dokter.
Pada anak-anak yang lebih besar dengan sembelit yang kronis jarang disertai dengan suatu penyakit organ tubuh. Faktor psikologis dapat merupakan penunjang penting. Namun, dari catatan medis pada sebagian besar kasus, gangguan emosi yang dihubungkan dengan sembelit hanya merupakan sisa dari penyakit atau pengobatan yang diperoleh.
Faktor penyebab lainnya adalah timbulnya sumbatan pada usus besar bagian bawah. Misalnya terkena penyakit hirchprung atau kelumpuhan sebagian usus besar yang merupakan penyakit penting bagi anak. Penyakit ini ditandai dengan tidak adanya serabut saraf di bagian tertentu usus besar sehingga bagian ini tidak dapat berkontraksi dengan semestinya.
Sembelit dapat juga terjadi karena kekurangan cairan dan berat yang kronis dalam tubuh yang bukan diakibatkan diare. Penyakit-penyakit lain seperti kelebihan zat kapur dalam tubuh yang tidak diketahui penyebabnya, atau kelainan yang disertai pengeluaran air seni yang terus-menerus dan berlebihan, dapat juga mengakibatkan sembelit pada anak.
Faktor lainnya yang menyebabkan anak kesulitan buang air besar adalah terjadinya luka pada dubur sehingga menimbulkan gangguan pada fungsi cincin otot yang bertugas melepaskan kotoran di bagian dubur. Juga terjadinya kelumpuhan akibat penyakit saraf berat, kanker, atau kegemukan. Bahkan, sembelit pada anak bisa terjadi sebagai satu-satunya gejala penyakit kelenjar gondok atau hipotiroidisme.
Faktor makanan dapat juga menyebabkan sembelit pada anak. Misalnya pola makanan yang kurang mengandung serat, susu kaleng yang tidak cocok, ataupun kekurangan makan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Upaya pengobatan
Anak yang mengalami sembelit perlu segera mendapatkan pengobatan agar penyakitnya tidak berlarut-larut dan menjadi kronis. Upaya pengobatan yang dilakukan harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Kalau suatu penyakit tertentu yang merupakan penyebab sembelit telah ditemukan, pengobatan terhadap sembelit harus ditujukan pada penyebab tersebut.
Bagi anak yang menderita sembelit karena terkena penyakit hirchprung, tindakan operasi adalah cara pengobatan yang terbaik. Karena jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi infeksi usus kronis yang akan menambah parah penyakit yang sudah ada. Adapun anak yang mengalami sembelit karena penyakit hipotiroidisme harus mendapatkan pengobatan tertentu.
Pada sebagian besar kasus sembelit, kita tidak dapat menemukan adanya penyakit di dalam organ tubuh. Tentunya anak-anak dengan sembelit fungsional ini juga harus diobati dengan sama baiknya.
Perlu diingat, pengobatan sembelit harus mulai dilakukan sedini mungkin karena masalahnya cenderung untuk tetap ada dan akan menjadi semakin berat kalau dibiarkan lebih lama. Pada tahap awal dengan keluhan kotoran yang keras dan menyebabkan rasa sakit, kita dapat menanggulanginya sendiri untuk menghasilkan kotoran yang lunak, misalnya dengan menambah makanan yang mengandung serat, seperti agar-agar, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Orangtua harus juga memperhatikan posisi anak pada saat buang air besar karena akan menentukan kemudahan melepaskan sisa makanan. Biasanya posisi jongkok akan lebih memudahkan kotoran keluar. Mengapa demikian? Karena posisi ini dapat meningkatkan tekanan di rongga perut dan mempermudah pengeluaran kotoran.
Untuk kasus sembelit karena masalah psikologis, orangtua dapat meminta bantuan psikiater, khususnya bila memang telah jelas menunjukkan gangguan kejiwaan. Pada kasus lain telah sedemikian berlanjutnya sehingga pengobatan terhadap gejalanya saja sudah tidak cukup meskipun tidak ada suatu penyakit organiknya yang mendasari.
anak saya mengalami kesulitan BAB sejak lahir.selama hampir 4 tahun,dia tidak bisa BAB dengan normal.selalu pakai obat pencahar,atau ngedan sampai muntah dan menangis. sampai saya berikan tepung kanji padanya. bagi yang tertarik, silahkan klik dan baca disini:
saya harap ada yang bisa terbantu. tapi harap diingat,setiap anak berbeda,dan mungkin saja cara pengobatan ini tidak cocok dengan anak anda.tapi tidak ada salahnya mencoba,kan?
Assallam......anak saya usia 20 bln,dia terbiasa bab tiap hari plg lama 2 ampe 3hr,akan ttp 2mnngu yg lalu dia tdk bab hmpir 5hr,sy bingung trus saya bw kedokter dan diksh obat,akhirnya stlh sy beri obat mulai keluar dan sy lega krn perutnya yg bsr sdh mengecil dan mau makan bnyak,ttp besoknya kok mulai lg malah setiap dia terasa mau bab selalu menangis,sy bingung lg trus saya ksh mikrolak,akn ttp anak sy sdh trlanjur trauma mengalami skt saat bab pd anusnya,mungkin krn lecet,kmdian sy bw kedokter spesialis dan diberi obat lg,ya syulurlah kelihatanya ank sy sdh bs bermain tersenyum,ya mskpun bab nya blm bgt lncar,akn ttpi dia sdh mau mkn bnyak,meskipun dia trauma sy trus membujuk dia agr tdk tkt lg kekmr mandi utk bab.dan mulai skrng sy akn membiasakan mkn buah yg berserat dan mngandung air.
Oleh: srie, tanggal: 2010-02-28 19:16:55
Anak saya berusia 2,9 bulan kalau pup susah krn pupnya 'maaf' sebesar pup orang dewasa dan itupun br keluar 3-5 hari, selama ini sudah dicoba munim vitamin yang bisa memperlancar pup tapi tidak ada hasil, menurut dokter kemungkinan juga dari susu kemudian saya ganti susunya tapi tetep aja pupnya susah dan besar, jadi selama beberapa bulan ini kalo mau pup saya kasih mikrolax,saya ga tega liatnya kalo lagi ngeden mo pup, mohon solusinya...terima kasih
Oleh: Sugiyanto, tanggal: 2009-12-16 23:08:18
Assalamu'alaikum. Anak saya berusia 10 bulan, sudah beberapa kali tidak buang air besar melebihi 3 hari. bahkan sampai 5 hari dan pupnya agak keras. mohon sarannya agar anak saya bisa buang air besar secara teratur dan tidak keras. Terima kasih. mohon saya di email. Wassalamu'alaikum
Oleh: sofan, tanggal: 2009-12-01 06:00:33
nama saya sofan saya mempunyai penyakit sembelit dan saya merasa kawatir karena ada semacam usus atau kelebihan isi pada dubur saya. apakah penyakit ini dapat diobati tanpa operasi? tolong penjelasannya.