dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 •  Informasi Seks
 •  Kirim Informasi
 •  Index Informasi
 •  Kalender Kesehatan
 •  Forum Kesehatan
 •  Humor Kesehatan
 •  Kirim Humor
 •  Daftarkan Link
 •  FAQ
• 

Pirai atau gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang dari artritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia). Peradangan sendi bersifat menahun dan setelah terjadinya serangan berulang, sendi bisa menjadi bengkok. Hampir 20% penderita pirai memiliki batu ginjal.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Mengatur Berat Badan Selama Hamil  
 
Aktivitas Pengunjung:
Pembaca men-share informasi Aktif Bercinta Selama Hamil Banyak Manfaatnya di twitter 25 menit lalu.
? < >
   
Anggota? 

Lupa password?

Mengatur Berat Badan Selama Hamil
Label: berat badan, hamil, kehamilan. Dibaca: 57538 kali. Facebook Share: 62.Twitter Share: 31. Rating: ♥♥♥♥♥
Anggota DechaCare.com
Daftar sekarang (GRATIS)
Daftarkan email Anda, selanjutnya DechaCare.com akan mengirim informasi pilihan Anda ke email Anda. Informasi selengkapnya...

Terbaru: DechaCare.com API
Akse ke DechaCare.com API bagi developer website informasi kesehatan.
Dokumentasi DechaCare.com API selengkapnya.

Kesehatan secara keseluruhan sangat penting selama hamil. “Kehamilan yang sehat akan sangat mempengaruhi kualitas kelahiran dan bayi yang dilahirkan,” kata dr. Hasnah Siregar, Sp.OG dari RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Salah satu faktor yang tak kalah penting selama kehamilan adalah pengaturan berat badan. Di Indonesia, berat badan ideal calon ibu saat mulai kehamilan (start hamil) adalah antara 45 - 65 kg. Jika kurang dari 45 kg, sebaiknya berat badan dinaikkan lebih dulu hingga mencapai 45 kg sebelum hamil. “Begitu juga sebaliknya, bila berat badan calon ibu lebih dari 65 kg, sebaiknya berat badan diturunkan sampai di bawah 65 kg sebelum hamil,” lanjutnya.

Sayangnya, sangat jarang wanita yang merencanakan berat badannya sebelum memulai kehamilan. “Padahal, berat badan calon ibu yang kurang dari 45 kg atau lebih dari 65 kg, akan membuat kehamilan menjadi berisiko (low risk),”

lanjut Hasnah. Berat badan calon ibu yang kurang (underweight) atau berlebih (overweight), akan berisiko melahirkan bayi dengan berat badan kurang atau berat bayi lahir rendah (BBLR). “Bayi dengan BBLR tentu akan terganggu perkembangan dan kecerdasannya, selain kesehatan fisiknya yang juga kurang bagus”.

Bagi si ibu pun tak kalah berisikonya. “Jika berat badannya berlebih, ia bisa mengalami perdarahan atau keracunan kehamilan. Mula-mula overweight, lalu tensi naik, bengkak kaki, ginjal bermasalah, akhirnya keracunan hamil,” tandas Hasnah. Saat kelahiran, biasanya juga selalu terjadi komplikasi.

Hati-hati Pre-Eklampsia

Berapa sebenarnya kenaikan berat badan yang ideal selama hamil? Rumusnya, setiap bulan, berat badan harus naik 1 kg sampai kehamilan berusia 20 minggu. Kemudian, naik 2 kg per bulan sesudah kehamilan 20 minggu. “Jadi, jika wanita memulai kehamilan dengan berat badan 45-65 kg, kenaikan ideal selama hamil adalah antara 12-14 kg. Sementara jika berat badan saat mulai hamil di bawah 45 kg, pertambahan berat badan yang dianjurkan adalah antara 12,5-18 kg, serta kenaikan 7-11,5 kg jika berat badan saat start hamil lebih dari 65 kg,” lanjut Hasnah.

Kenaikan berat badan yang tidak sesuai dengan rumus ideal tadi tidak baik dan berisiko. Misalnya, kenaikan yang berlebih atau sangat cepat. “Jika ini terjadi, sebaiknya hati-hati, karena bisa jadi merupakan indikasi awal terjadinya keracunan kehamilan (pre-eklampsia) atau diabetes,” papar Hasnah.

Bukan itu saja, tubuh ibu hamil pun bisa bengkak, entah di kaki maupun perutnya. Selain itu, juga bisa menghambat pertumbuhan janin. “Pasalnya, pengiriman makanan ke janin jadi berkurang karena adanya penyempitan pembuluh darah. Nah, kalau penyempitan pembuluh darah ini menghebat, bisa berakibat fatal bagi janin,” lanjut Hasnah. Berat badan yang berlebih pun bisa mempengaruhi proses persalinan. Misalnya, tidak kuat mengejan.

Umumnya, peningkatan berat badan yang cepat terjadi pada akhir masa kehamilan. Biasanya, jika terjadi peningkatan berlebihan selama bulan tertentu, hingga 5 kg misalnya, dokter akan menyarankan untuk diet. Dua bulan berikutnya, berat badan calon ibu harus stabil (tidak boleh naik dan boleh turun). “Ini bisa dilakukan dengan mengatur kembali daftar makanannya. Biasanya dengan cara mengurangi asupan lemak dan karbohidrat, seperti gula, nasi, keju, gorengan, dan memperbanyak konsumsi protein, seperti ikan, daging, telur, kacang-kacangan, juga buah-buahan, karena sangat diperlukan bagi pertumbuhan janin dalam kandungan.”

Pandai memilih makanan

Bagaimana jika berat badan tak kunjung naik atau malah turun selama hamil? “Ibu hamil harus banyak makan makanan berlemak dan yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti es krim, alpokat, cakes, hingga berat badan meningkat, tapi tetap dalam batas kenaikan yang ideal,” jelas Hasnah.

Biasanya, sulitnya berat badan naik terjadi di bulan-bulan awal kehamilan. “Pada trimester pertama kehamilan, wanita hamil biasanya sering mual atau muntah, sehingga kehilangan nafsu makan. Padahal, di trimester inilah, otak, panca indera dan alat kelamin janin dibentuk,” kata Hasnah. Jika ini terus berlangsung sampai trimester berikutnya, bukan tidak mungkin asupan gizi janin akan terganggu, sehingga pertumbuhan janin menjadi terhambat.

Oleh karena itu, calon ibu harus pandai-pandai memilih makanan agar nafsu makannya tetap terjaga. “Untuk menghindari mual, sebaiknya hindari makanan berlemak, makanan yang dingin, atau makanan yang terlalu asam,” saran Hasnah.

Selain itu, faktor psikis juga berpengaruh terhadap nafsu makan calon ibu. Misalnya, apakah ia memang mengharapkan kehamilannya atau tidak. “Ada lho wanita yang sebetulnya belum pingin hamil, tapi lalu hamil. Ini tentu harus dipertimbangkan karena bisa mempengaruhi psikisnya,” lanjut Hasnah seraya menegaskan bahwa pada trimester pertama kehamilan, berat badan harus naik, meski merasa mual atau muntah. “Berat badan enggak naik saja enggak boleh kok, apalagi turun.”

Biasanya, pada trimester kedua kehamilan, calon ibu sudah tenang, nafsu makannya juga sudah pulih. Di trimester ini, rasa mual sudah hilang. “Tapi, tetap harus hati-hati juga, jangan sampai berat badan naik berlebihan,” anjur Hasnah.

Rumus kenaikan berat badan ideal harus diperhatikan betul. Misalnya, bulan ini harus naik 2 kilo, tapi ternyata kenaikan 2 kilo sudah terjadi pada 2 minggu pertama. “Maka, 2 minggu berikutnya dia harus diet.” Atau, 2 minggu pertama, berat badan belum naik, maka calon ibu harus mengejar ketingalan di 2 minggu berikutnya.

Kalau berat badan ideal tercapai, kelahiran pun akan berjalan mudah, tanpa komplikasi. Atau, kalau pun ada, cuma sedikit (low risk). “Nifas juga akan segera usai, selain juga tidak merusak bentuk tubuh.” Ya, berat badan yang ideal selama hamil akan segera mengembalikan bentuk tubuh ke berat badan semula setelah melahirkan. “Ibu pun akan kembali cantik, tanpa perlu bersusah-payah menguruskan berat badannya.”

Rajin-rajin kontrol

Apa saja yang harus dilakukan agar berat badan ideal bisa tercapai?

• Sebaiknya sebelum hamil, konsultasi ke dokter tentang faktor-faktor penyakit yang mengganggu kehamilan, termasuk BB (kurang atau lebih).

• Turuti advis dokter tentang BB bulan per bulan. Tanyakan diet yang cocok dengan kondisi Anda. Misalnya kalau memang berlebihan, tentu ada diet, dan sebagainya.

• Rajin kontrol ke dokter. Jika dokter jeli dan pasien rajin kontrol serta tidak mempunyai penyulit selama kehamilan, entah itu diabetes ataupun gondong, biasanya berat standar itu tercapai.

Gigi rusak bisa bermasalah

Kurang atau bahkan turunnya berat tak hanya terjadi pada ibu hamil yang kehilangan nafsu makan. “Ada juga calon ibu yang makannya banyak, tapi berat badannya tidak naik-naik. Kalau ini yang terjadi, harus dicek komposisi makanannya. Jangan-jangan makanan yang dikonsumsinya tak bergizi, asal kenyang saja,” kata Hasnah.

Jika kualitas makanan yang dikonsumsi sudah baik, tapi ia tetap saja kurus, harus dicek, adakah sesuatu yang tak beres di alat pencernaan atau giginya. “Gigi yang rusak pun terkadang membuat makanan tidak dapat dikunyah dengan baik, sehingga tidak dapat dicerna dan diserap secara sempurna oleh tubuh. Akibatnya, janin tak mendapat suplai makanan dengan baik, sehingga pertumbuhannya jadi terhambat,” jelas Hasnah.

Yang jelas, berapa pun berat badan saat mulai hamil, kenaikan tetap harus sesuai rumus kenaikan berat badan. Setelah hamil berat badan juga harus selalu naik sesuai kenaikan yang ideal. “Jangan setelah hamil lalu nggak makan karena sudah gemuk. Kalau ini yang dilakukan, asupan gizi bagi janin akan terganggu.”

Berat bayi ideal

Berapa sebetulnya berat janin yang normal sesuai usianya? Pada usia kehamilan 20 minggu, berat janin kira-kira 0,5 kg. Pada usia kehamilan 36 minggu, ia harus mencapai 2,5 kg. Selanjutnya, mendekati kelahiran, beratnya harus mencapai 3 kg. “Berat badan ideal bayi Indonesia adalah antara 3-3,5 kg. Jika pertumbuhan janin tidak sesuai dengan rumus di atas, harus diteliti sebab-sebabnya. Apakah ada kelainan anggota tubuh, misalnya kelainan ginjal yang menyebabkan hidramnion, atau bagaimana sistem pencernaannya,”

Label: berat badan, hamil, kehamilan. Dibaca: 57538 kali. Facebook Share: 62.Twitter Share: 31. Rating: ♥♥♥♥♥

Informasi Kesehatan terkait:

Share di Facebook Kirim ke Teman
  Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Disclaimers
Beri rating:

Kirim Informasi Kesehatan Ke Teman
Apakah Anda ingin berbagi Informasi Kesehatan ini dengan teman Anda?
Silakan tulis pesan Anda pada kolom berikut ini (gunakan tanda koma [,] untuk mengirim ke lebih dari satu teman pada bagian Nama dan Email teman).
Nama Anda:
Email Anda:
Nama Teman:
Email Teman:

Tuliskan pesan Anda pada kolom berikut:
Kode:
Tulis Kode:

Belum ada komentar. Posting komentar Anda.


Berikan Komentar
Apa komentar Anda terhadap Informasi Kesehatan ini?
Di sini Anda dapat membagi komentar Anda dengan pembaca yang lain, pengalaman atau tanggapan Anda terhadap Informasi Kesehatan ini bisa menjadi bahan diskusi bersama pembaca yang lain.
Nama:
Email:

Tulis komentar Anda pada kolom berikut:
Kode:
Tulis Kode:

RSS Feed Info Kesehatan
Tips Kesehatan
.Ternyata, Soda Lebih Tak Sehat dari yang Diduga
.Begini Cara Tak Biasa Atasi Kepedasan
.Memutihkan Gigi Tanpa ke Dokter Gigi
Berita Keluarga
.Bercinta Tiap Hari, Kunci Cepat Punya Anak?
.Mengapa Tulang Wanita Lebih Mudah Keropos?
.Roti Sebabkan Perut Mudah Kembung?
Pola Hidup
.Jika Keringat Berlebih Mengganggu Aktivitas
.Air Kelapa Bantu Atasi Disfungsi Ereksi?
.Atasi Kelelahan, Kenali Dulu Penyebabnya
Anak dan Balita
.Inilah Penyebab Anak Kurang Darah
.Mendeteksi Gangguan Tumbuh Kembang Lewat Bermain
.Makanan Pokok untuk Menyapih Anak Dua Tahun
Berita Seks
.Benarkah Tiram Tingkatkan Gairah Seksual?
.Inikah Kondom Masa Depan?
.Menghadapi Perbedaan Gairah Seksual Pasangan

 
 
Copyright © 2014 www.DechaCare.com. All rights reserved.  
Aktivitasku...
Aktivitasku...
  • Refresh