berkenalan.com tempat membuat dan bertukar kartu nama online
dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 •  Informasi Seks
 •  Kirim Informasi
 •  Index Informasi
 •  Kalender Kesehatan
 •  Forum Kesehatan
 •  Humor Kesehatan
 •  Kirim Humor
 •  Daftarkan Link
 •  FAQ
• 

Sariawan atau stomatitis aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya sariawan ini disertai rasa sakit yang tinggi. Faktor penyebab sariawan misalnya, luka tergigit, mengkonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Mengusir Cacing dengan Herbal  
 
Aktivitas Pengunjung:
Pembaca men-share informasi Cara Cegah Sakit Punggung di twitter 15 menit lalu.
? < >
   
Anggota? 

Lupa password?

Mengusir Cacing dengan Herbal
Label: cacing, herbal. Dibaca: 28812 kali. Facebook Share: 35.Twitter Share: 26. Rating: ♥♥

Infeksi cacing usus atau biasa disebut dengan cacingan umumnya banyak terjadi pada anak-anak, karena mereka tidak terlalu memperhatikan kebersihan. Namun cacingan juga dapat menyerang orang dewasa. Ada beberapa macam cacingan tergantung dari jenis cacing yang menginfeksinya, yang paling sering ditemui di dalam usus manusia yaitu cacing gelang, cacing kremi, cacing cambuk, cacing pita, dan cacing tambang. Cacing–cacing tersebut masuk ke dalam perut/usus melalui mulut,

Cacing dapat masuk ke dalam tubuh (usus) karena kurangnya menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, pembuangan feses (kotoran manusia) di sembarang tempat, atau lalat yang hinggap di makanan. Cacing-cacing tersebut bertelur di usus dan cacing yang sudah matang dikeluarkan bersama dengan feses. Walaupun cacingan sepertinya merupakan penyakit ringan, namun cacing atau larvanya dapat menyebar dan menginfeksi organ lainnya sehingga menimbulkan gangguan penyakit yang lebih berat.

Berikut ini beberapa jenis infeksi cacing pada manusia.

1.Infeksi Cacing Kremi (Oxyuriasis)

Disebabkan oleh cacing kremi (Oxyuris vermicularis) atau disebut juga cacing kerawit, yaitu cacing kecil halus seperti benang, berwarna putih dengan panjang kira-kira 3-5 mm pada cacing jantan dan yang betina sekitar 8-13 mm. Infeksi cacing ini biasa ditemukan di daerah tropis dan sedang dengan sanitasi yang kotor, terjadi pada anak-anak yang berumur sekitar 5-14 tahun terutama dengan kebiasaan memasukan tangan ke dalam mulut. Jenis cacing ini akan memakan isi usus, cacing betina pindah dan bertelur di usus sebelah bawah (sekitar anus). Telur–telurnya akan merayap keluar menuju dubur sehingga menimbulkan rasa gatal. Bila digaruk dengan tangan akan menempel di ujung kuku dan dapat masuk ke dalam mulut ketika memasukan makanan. Gatal terutama pada malam hari sehingga mengganggu tidur, juga menyebabkan iristasi kulit, pada anak perempuan kadang terjadi radang vagina.

2.Infeksi cacing Gelang (Ascariasis)

Penyakit cacingan yang disebabkan oleh infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang hidup dalam usus halus manusia. Cacing ini tergolong jenis cacing besar, berukuran sekitar 20-30 cm, berwarna merah dadu dan putih. Telur-telur cacing gelang keluar dari tubuh manusia bersama dengan kotoran (feses). Cacing gelang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi feses manusia, misalnya melalui lalat yang menghinggapi makanan atau sayur yang terkontaminasi telur cacing gelang yang tidak dicuci dengan bersih.

Gejala atau tanda terinfeksi cacing gelang yaitu perut terasa tidak enak, lesu, tidak napsu makan, muka pucat, mual, badan kurus, dan perut buncit. Fesesnya encer, kadang bercampur lendir dan darah, cacing tampak keluar dalam feses. Larva cacing gelang dapat masuk melalui pembuluh darah atau limfe, bila menyerang paru-paru dapat menyebabkan radang paru dan batuk. Sedangkan cacing gelang yang dewasa dapat bermigrasi ke usus buntu hingga menyebabkan radang usus.

3.Infeksi Cacing Pita (Taeniasis)

Cacing pita (Taenia sp.) bentuknya panjang pipih menyerupai pita, kepalanya kecil dan mempunyai kait untuk melekatkan diri pada dinding usus. Cacing pita mempunyai banyak jenis, tetapi ada tiga yang biasa dikenal yaitu cacing pita daging, cacing pita ikan dan cacing pita babi. Jenis cacingan ini disebabkan pengkonsumsian daging (terutama sapi dan babi) yang mengandung cacing pita dan memasaknya kurang matang.

Gejala atau tanda terinfeksi cacing pita antara lain : perut terasa mulas dan mual, kadang perih dan tajam menusuk-nusuk tetapi akan hilang sesudah makan. Selain itu muka pucat, pusing, kurang nafsu makan, dan feses berlendir.

Pencegahan

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi cacing usus, antara lain :

- jagalah kebersihan pribadi, makanan dan lingkungan dengan baik

- mencuci tangan dengan bersih terutama sebelum makan dan setelah buang air besar,

- menggunting kuku dan hindari kebiasaan menggigit kuku

- cuci sayur dengan bersih dan masak daging hingga benar-benar matang

- sediakan fasilitas jamban yang memadai, jangan buang air besar sembarangan

- sebaiknya anak-anak diberi obat cacing setiap 6 bulan sekali

Herba untuk memberantas Cacingan

Selain dengan obat modern, cacingan juga dapat dilawan dengan obat alami dari herba/tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai anthelminthik (anti-cacing), antara lain adalah biji pinang (Areca catechu), biji wudani (Quisqualis indica), kulit dan akar delima (Punica granatum), biji labu kuning (Cucurbita moschata), temu giring (Curcuma heyneana), biji dan akar pepaya (Carica papaya), bawang putih (Alium sativum), ketepeng (Cassia alata), mindi kecil (Melia azedarach). Secara empiris (pengalaman) berbagai tumbuhan obat tersebut efektif mengatasi cacingan, diantaranya juga telah dilakukan penelitian dan terbukti mengandung senyawa aktif yang berkhasiat anthelminthik.

Pada biji pinang mengandung arekolin yaitu salah satu alkaloid yang berfungsi sebagai obat cacing. Kulit buah dan akar delima mengandung alkaloid dan tanin yang berkhasiat anthelminthik terutama pada cacing gelang dan cacing pita. Senyawa potassium quisqualata yang terkandung pada buah wudani dapat membunuh cacing usus. Komponen aktif lainnya yang berkhasiat anthelminthik adalah glukosida cacirin yang terkandung dalam buah pepaya, cucurbitin pada biji labu kuning, diallil disulfida pada bawang putih, serta toosendanin yang terkandung pada kulit batang dn kulit akar mindi.

Berikut beberapa contoh resep herbal untuk mengatasi cacingan.

Resep 1.

15 gram biji pinang kering di tumbuk + 60 gram biji labu kuning yang kering ditumbuk + 15 gram kulit delima kering. Semua bahan direbus dengan 600 cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200 cc, disaring, setelah dingin airnya diminum. (untuk semua jenis cacing).

Resep 2.

Biji wudani disangrai sampai matang, lalu dimakan dengan dikunyah ˝ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji sehari, dewasa 15-30 biji sehari, dibagi untuk 3 kali makan. Lakukan berturut-turut selama 15 hari (satu keur). Setelah satu bulan dimakan satu keur lagi. (untuk cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk).

Resep 3.

20 gram temu giring segar + 15 gram temu hitam segar + 2 siung bawang putih, dicuci dan didihaluskan atau diblender dengan menambahkan 100 cc air hangat, disaring, diminum pada pagi hari setengah jam sebelum makan. (untuk cacing kremi dan cacing gelang)

Catatan : pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. untuk perebusan gunakan panci enamel, peruk tanah, panci kaca/pyrex.

Label: cacing, herbal. Dibaca: 28812 kali. Facebook Share: 35.Twitter Share: 26. Rating: ♥♥




Informasi Kesehatan Terkait:

Share di Facebook Kirim ke Teman
  Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Disclaimers
Beri rating:

Kirim Informasi Kesehatan Ke Teman
Apakah Anda ingin berbagi Informasi Kesehatan ini dengan teman Anda?
Silakan tulis pesan Anda pada kolom berikut ini (gunakan tanda koma [,] untuk mengirim ke lebih dari satu teman pada bagian Nama dan Email teman).
Nama Anda:
Email Anda:
Nama Teman:
Email Teman:

Tuliskan pesan Anda pada kolom berikut:
Kode:
Tulis Kode:

Belum ada komentar. Posting komentar Anda.


Berikan Komentar
Apa komentar Anda terhadap Informasi Kesehatan ini?
Di sini Anda dapat membagi komentar Anda dengan pembaca yang lain, pengalaman atau tanggapan Anda terhadap Informasi Kesehatan ini bisa menjadi bahan diskusi bersama pembaca yang lain.
Nama:
Email:

Tulis komentar Anda pada kolom berikut:
Kode:
Tulis Kode:

RSS Feed Info Kesehatan


Tips Kesehatan
.Yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Diet Detoks
.Banyak Orang Tak Sadar Dirinya Menderita Diabetes
.Lima Manfaat Sarapan Oatmeal
Berita Keluarga
.Selain Telat Menstruasi, Ini 5 Sinyal Wanita Sedang Berbadan Dua
.Garam Tak Sebabkan Hipertensi?
.Profil Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek
Pola Hidup
.Intip Perubahan Payudara Wanita Berdasarkan Fase Usia
.Apa yang Diinginkan Wanita? Uang, Seks, atau Teknologi
.Termasuk Tipe Penidur yang Manakah Anda?
Anak dan Balita
.Awas, Minuman Energi Berbahaya bagi Anak
.Ini Tanda Orangtua Tak Dekat dengan Sang Buah Hati
.Studi: Antibiotik Berhubungan dengan Obesitas Anak
Berita Seks
.Agar Tak Impotensi, Cukupi Vitamin D
.Serba-serbi Orgasme yang Perlu Diketahui oleh Wanita
.Bercinta Memang Bikin Bahagia

 
 
Copyright © 2014 www.DechaCare.com. All rights reserved.  
Aktivitasku...
Aktivitasku...
  • Refresh