dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 »  Informasi Seks
 »  Kirim Informasi
 »  Index Informasi
 »  Kalender Kesehatan
 »  Forum Kesehatan
 »  Humor Kesehatan
 »  Kirim Humor
 »  Daftarkan Link
 »  FAQ
» 

Kolesterol adalah suatu lemak khusus yang struktur kimianya berupa steroida. Di dalam tubuh, kolesterol berperan untuk pembuatan sel membran, garam empedu, hormon kortikosteroid, dan hormon seks.
Kolesterol sebenarnya dapat dibuat sendiri oleh tubuh, namun jumlahnya hanya 20%. Selebihnya, kolesterol dibuat dari bahan-bahan di luar tubuh, yakni berupa makanan dengan sumber karbohidrat.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Baca Informasi Kesehatan  
 
  

Pengirim: MalikTanggal: 2008-04-04Jumlah Klik: 15637Rating: Ukuran font:
Sakit Gigi Bisa Picu Penyakit Kronis
Label: sakit gigi, kronis
Baru: Anggota DechaCare.com
Pilih sendiri informasi yang Anda inginkan dengan bergabung dalam "Anggota DechaCare.com"

Daftar sekarang (GRATIS)
Daftarkan email Anda, selanjutnya DechaCare.com hanya akan mengirimkan informasi pilihan Anda ke email Anda.

Gunakan Widget Profile DechaCare.com Anda untuk mendapat informasi terupdate...

Informasi selengkapnya...

Jangan pernah meremehkan sakit gigi. Bahkan seorang Jusuf Kalla mengaku sangat peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Katanya, sakit gigi itu termasuk penyakit yang sulit ditunda dan bikin pusing kepala.

"Penyakit gigi itu susah ditunda. Sebagai wapres, biasanya dokter menghadap ke saya, cuma dokter gigi yang saya mesti datangi," kata Jusuf Kalla setengah berkelakar saat membuka Kongres Perhimpunan Dokter Gigi (PDGI) ke-23 di Istana Wapres, Jakarta, belum lama ini.

Ah, bila demikian adanya, penyanyi dangdut Meggi Z tampaknya belum pernah terkena sakit gigi. Jika pernah, ia tidak akan pernah berujar dalam lagunya yang hits itu, bahwa lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Karena faktanya, sakit gigi itu lebih memilukan ketimbang sakit hati.

Yang lebih parah, sakit gigi juga memicu penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri mata, jantung, stroke, diabetes dan kelahiran prematur. Jadi, jangan anggap sepele lagi gigi berlubang!

Seperti dikemukakan Ketua Umum PDGI, drg Emir M Muis, ada banyak penyakit yang berawal dari mulut dan gigi. "Menjaga kesehatan mulut berarti juga menjaga kesehatan seluruh badan, karena mulut adalah pintu masuk segala macam benda asing ke dalam tubuh," kata Emir menegaskan. Ia menjelaskan, masalah utama yang menyebabkan sakit gigi umumnya adalah lubang pada gigi. Bila tidak sering dibersihkan, gigi yang berlubang itu sangat mudah dimasuki kuman dan bakteri. Yang menakutkan, kuman yang bersarang pada gigi berlubang itu bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung.

Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan, bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi sejenis enzim yang mempercepat proses pengerasan dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi tidak elastis (aterosklerosis).

"Bakteri juga bisa menempel pada lapisan lemak di pembuluh darah. Akibatnya, plak yang terbentuk menjadi makin tebal. Semua kondisi ini menghambat aliran darah ke jantung. Hal ini berarti penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung juga tersendat. Jika berlangsung terus, jantung tak akan mampu berfungsi secara baik. Maka terjadilah penyakit jantung yang ditakutkan banyak orang," ujarnya.

Hubungan bakteri dalam mulut dengan penyakit kardiovaskular akhir-akhir ini banyak diteliti, terutama berkaitan dengan bakteri endokarditis dan penyakit jantung koroner. Berdasarkan sebuah penelitian, ternyata dari sejumlah kasus penyakit jantung, sebanyak 54 persen pasien memiliki riwayat penyakit periodontal.

"Penemuan ini sangat mencengangkan karena jarang sekali penyakit gigi diperkirakan sebagai penyebab penyakit jantung. Namun, hasil dari berbagai penelitian masih dianggap belum memuaskan karena belum bisa menjelaskan secara jelas bagaimana ini bisa terjadi," tuturnya.

Ditambahkan, komplikasi yang relatif banyak terjadi akibat infeksi gigi adalah gangguan mata. Mata jadi cepat lelah dan terasa nyeri, khususnya pada bagian atas kelopak mata. Hal itu terjadi karena gigi dan mata memiliki induk syaraf yang sama.

Dalam kasus tertentu, seseorang juga bisa mengalami sakit kepala. Hal itu terjadi bila ada kelainan pada struktur rongga gigi. Kondisi ini sangat mungkin terjadi karena sistem pengunyahan terdiri atas empat komponen, yaitu gigi dan jaringan penyangga, tulang rahang, otot-otot dan sendi rahang.

"Semua komponen tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Jika salah satu gigi dicabut dan tidak segera diganti, maka gigi lawannya tidak berpasangan. Kondisi seperti ini mengganggu proses pengunyahan. Makan jadi tidak enak, dan pengunyahan menjadi tidak sempurna. Akibatnya orang yang sudah lama hanya mengunyah dengan satu sisi rahang saja akan mengalami keluhan sakit di bagian belakang kepala," ujarnya.

Tentang penyakit diabetes, Emir menjelaskan, pada kerusakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan sejenis protein yang disebut cytokines. Unsur itu menyebabkan kerusakan sel pankreas penghasil insulin, hormon yang memicu diabetes. "Mungkin di masa depan, faktor penyebab semacam ini harus mendapat perhatian lebih dari dokter jantung. Di kartu status pasien perlu ditambahkan riwayat keadaan gigi dan mulut pasien, untuk memudahkan pengobatan," katanya.

Gigi Berlubang

Emir menjelaskan, semua permasalahan yang terjadi saat terkena sakit gigi dan dampak lanjutannya, bersumber pada gigi berlubang. Padahal, bagi masyarakat Indonesia yang terkenal malas menggosok gigi minimal dua kali sehari, masalah gigi berlubang dianggap biasa. Sebagaimana hasil penelitian Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia yang menyebutkan 80 persen orang Indonesia mengidap penyakit gigi berlubang.

Data itu pun sesuai dengan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan. Survei itu menyebut prevalensi karies (berlubang) gigi di Indonesia adalah 90,05 persen. Fakta yang lainnya adalah orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif. Artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan.

Itu sebabnya masyarakat pada awal-awal sebelum terkena penyakit gigi dan mulut mengabaikan sakit yang ditimbulkannya. Padahal ketika sudah menjadi sakit, penyakit gigi merupakan jenis penyakit di urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat. Data itu berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga servei kesehatan nasional (SKRT-Surkesnas) tahun 2001 yang menyebut penyakit gigi dikeluhkan 60 persen penduduk Indonesia.

Tanpa disadari keluhan penyakit gigi juga berdampak terhadap produktivitas si penderita. Keluhan sakit gigi berakibat seseorang tidak masuk kerja atau pergi ke sekolah. Gangguan tersebut rata-rata 3,86 hari dengan kisaran berhenti berakitivitas antara 2,5 hari hingga 5,28 hari.

"Masyarakat yang menderita sakit gigi 87 persen di antaranya tidak berobat ke dokter gigi. Sementara 69,3 persen berupaya mengobati sendiri sakit giginya tersebut," ujarnya.

Produktivitas terganggu akibat penyakit gigi memang sudah menjadi fakta yang jelas. Tidak hanya dari sisi medis, ketidakpedulian masyarakat pada penyakit gigi dan mulut secara ekonomis juga merugikan. Tahun 2002 International Dental Journal melansir data bahwa di banyak negara penyakit gigi dan mulut merupakan penyakit keempat yang paling mahal biaya penyembuhannya.

Pengobatan penyakit gigi berlubang berdasarkan data tersebut membutuhkan biaya hingga 3.513 dolar AS per 1.000 orang anak. Anggaran tersebut melebihi anggaran kesehatan yang diperuntukan bagi anak-anak di negara-negara yang paling rendah pendapatan per kapitanya.

"Jika 80 persen orang Indonesia mengidap penyakit karies, dimana rata-rata setiap orang mempunyai dua gigi berlubang, berarti terdapat 350 juta gigi berlubang di Indonesia yang harus ditambal oleh dokter gigi. Biaya menambal gigi berlubang berkisar Rp 20 -100 ribu. Maka dana yang dikeluarkan untuk mengurusi gigi berlubang sebesar Rp 8,75 triliun," katanya.

Kunci dari perbaikan kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat sangat mungkin tergantung pula dari partisipasi banyak pihak. Edukasi menjadi penting, karena hanya 10 persen orang Indonesia menggosok gigik dengan cara yang benar. Bahkan sebanyak 22 persen di antaranya menggosok gigi hanya kadang-kadang saja.

Tingkat pendidikan tampaknya memiliki hubungan dengan penyakit gigi. Sebanyak 63 persen penduduk Indonesia menderita karies yang tidak diobati dengan tingkat rata-rata 1,89 penyakit karies per orang. Persentase tersebut semakin turun pada kelompok masyarakat yang pendidikannnya kian tinggi.

Orang Indonesia yang terkena karies menjadi 50 persen pada masyarakat berpendidikan SLTA dan pada jenjang perguruan tinggi. Semakin tinggi pendidikan seseorang, kian tinggi pula tingkat kesehatan gigi dan mulutnya.

Bila proses edukasi sudah terlaksana, mestinya dukungan pelayanan kesehatan gigi pun menjadi perhatian pula. Seperti diketahui keterjangkauan dukungan tenaga medis untuk mengatasi penyakit gigi saat ini masih terjadi. Hal ini disebabkan tingginya angka penderita penyakit gigi di Indonesia.

Data yang dilansir PDGI menyatakan rasio tenaga dokter gigi terhadap jumlah penduduk masih rendah yaitu 1 berbanding 21.500 penduduk. Sedangkan tenaga perawat gigi 1 berbanding 23.000 penduduk. Sementara menurut ketentuan WHO, idealnya rasio tersebut adalah 1 berbanding 2.000 penduduk. Jumlah penduduk Indonesia adalah 224 juta orang, maka rasio di Indonesia masih jauh dari ideal.

Label: sakit gigi, kronis

Informasi Kesehatan terkait:

Gabung milis DechaCare.com!
Bookmark: Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Share di Facebook Disclaimers
Beri rating:
Beri tahu teman

Ada 15 komentar untuk informasi kesehatan ini. Posting komentar Anda.

Oleh: feby, tanggal: 2010-08-18 13:09:58
mlm dok,seminggu yg lalu saya ke dokter gigi n diperiksa.dokternya blg masalah sakit gigi yg saya alami sudah sampai saraf gigi nya,sakitnya timbul lebih sering malam hari dan membuat badan saya jadi panas banget dan pusing kepala.setelah obat habis sakit itu muncul lagi malah tambah membuat badan saya lebih lemas,panas,pusing dan mual.apa yang harus saya lakukan????pa saya harus bergantung terhadap obat yg diberikan dokter
Oleh: aira, tanggal: 2010-08-17 19:10:04
slamet pagi dok,,saat ini kondisi gigi saya bisa dibilang cukup parah,,ada sekitar 4 gigi geraham yang rusak parah dan saya kira tinggal akarnya saja karna dari saya kecil gigi saya mulai rontok..beberapa bulan terakhir saya sering mengalami sakit gigi yang lumayan berkepanjangan dan saya jadi sering sakit kepala dan mata..sebetulnya saya ingin mencabut gigi yg sakit tersebut. saya sudah mencoba brbagai cara agar gigi tdk rontok dan berlubang..jika saya mencabut gigi apa ada resikonya dgn keadaan seperti itu??atau apa ada cara lain yang lebih baik??thx before...
Oleh: suryani, tanggal: 2010-07-16 02:08:20
selamat siang dok..
saya sedang mengalami penyakit gigi yang sangat parah, yaitu gigi berlobang dan gusi yang membengkak. saya tidak tau harus bagaimana lagi cara mengobatinya dok aku sangat butuh sekali saran dan informasi dari dokter terima kasih....
Oleh: ARNITA HENNI, tanggal: 2010-07-13 03:22:08
dok gigi sayya sakit parah.gusi bawah sudah hbs giginya banyak yang goyang.trus banyak flak nya.saya berobat k dokter katanya gak bs di bersihkan lg tktnya nnt g2 nya copot.ada solusi gak dok untuk mengembalikan gs nya lg,n giginya bs kuat lg.tolong y.
Oleh: indry, tanggal: 2010-07-06 08:01:46
dok saya lagi sakit gigi nih bener2 sakit bgt trus juga gusi saya nbengkak kira 2obat yg paling ampuh buat menghilangkan rasa sakit nya apa ya ? :(

1 2 3 >> 


RSS Feed Info Kesehatan
Tips Kesehatan
.Empat Cara Mengatasi Alergi Udara
.Tips Mengecilkan Perut Buncit
.Tips Mengamankan Diri dari Stroke
Berita Keluarga
.Cegah Stroke dengan Mengenal Faktor Risikonya
.Tanda-tanda Anda Terkena Gagal Ginjal
.Langkah Tepat Atasi Keracunan Makanan
Pola Hidup
.Treadmill Tepat, Manfaat Berlipat
.Tips Biar Lebih Percaya Diri
.6 Jalan Sederhana Bikin Hidup Lebih Bahagia
Anak dan Balita
.Tip & Trik Atasi si "Pemberontak"
.Solusi Untuk Anak Tak Suka Buah, Sayur, & Susu
.8 Cara Didik Anak Hidup Bersih
Berita Seks
.Brokoli Sehat untuk Organ Seks Pria
.Latihan Penguat Organ Intim
.5 Hal Penting soal Masturbasi

 
 
Copyright © 2009 www.DechaCare.com. All Rights Reserved.