dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 •  Informasi Seks
 •  Kirim Informasi
 •  Index Informasi
 •  Kalender Kesehatan
 •  Forum Kesehatan
 •  Humor Kesehatan
 •  Kirim Humor
 •  Daftarkan Link
 •  FAQ
• 

Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia atau dilafalkan cephalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala: kadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas, disebut juga sebagai sakit kepala. Jenis penyakit ini termasuk dalam keluhan-keluhan penyakit yang sering diutarakan.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Wanita Hamil dan Balita Sebaiknya Hindari Mie Instan  
 
Aktivitas Pengunjung:
Pembaca merekomendasikan Zevit Grow 1 jam lalu.
? < >
  
Anggota? 

Lupa password?

Wanita Hamil dan Balita Sebaiknya Hindari Mie Instan
Label: hamil, balita. Dibaca: 23981 kali. Facebook Share: 38.Twitter Share: 19. Rating: ♥♥♥♥
Anggota DechaCare.com
Daftar sekarang (GRATIS)
Daftarkan email Anda, selanjutnya DechaCare.com akan mengirim informasi pilihan Anda ke email Anda. Informasi selengkapnya...

Terbaru: DechaCare.com API
Akse ke DechaCare.com API bagi developer website informasi kesehatan.
Dokumentasi DechaCare.com API selengkapnya.

Dewasa ini kian banyak orang yang mempercayakan urusan perutnya pada sebuah sajian yang bernama 'mie instan.' Tiap kali berbelanja ibu-ibu tak lupa menyisipkan mie instan dalam daftar kebutuhannya, anak-anak kos selalu menyimpan beberapa bungkus mie instan untuk mencegah kelaparan di malam hari, para pecinta olahraga gunung pun turut memasukkan mie instan sebagai logistik wajib.

Wajar jika mie instan disukai, karena selain praktis, cepat, lezat dan murah. Namun tahukah anda bahwa mie instan tak mempunyai kandungan gizi yang cukup dan bahkan zat additivenya (tambahan) tak baik untuk wanita yang tengah hamil dan juga balita.

Mie, dalam masyarakat Cina merupakan simbol panjang umur karena bentuknya yang panjang jenis dan bahan pembuatnya bermacam-macam. Ada mie instan, mie kering, mie basah, mie rebus, yang dibuat dari terigu (gandum). Ada juga bihun, yang dibuat dari tepung beras. Lalu soun, yang dibuat dari pati tepung kacang hijau.

Ada juga yang dibuat dari campuran tepung terigu dan beras, tepung tapioka, tepung kentang atau tepung soba. Tapi yang paling populer tentu mie instat, dengan berbagai merk dan citra rasanya, baik dalam kemasan plastik polietilen maupun polistiren (stirofoam), dalam bentuk cangkir atau mangkuk.

Mie instat sebenarnya bentuknya sangat panjang, namun saat pemprosesan ia dilipat, digoreng dan dikeringkan dalam oven panas. Penggorengan inilah yang membuat mie mengandung lemak. Bahan baku utama mi instant memang tepung terigu, namun, selama proses pembuatannya, dipakai juga minyak sayur, garam, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya pengatur keasaman), tartrazine (pewarna kuning).

Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain misalnya karamel, hidrolisat protein nabati, ribotide, zat besi dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam proses pengolahan makanan, dengan tujuan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.

Bumbu mie, misalnya garam, gula, cabe merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat, kecap, vetsin (MSG) serta bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak menggunakan additive. Belum lagi stirofoam dalam mie cangkir, yang dicurigai bisa menyebabkan kanker.

Meski risiko kesehatan akibat additive tak langsung kelihatan, namun menurut Arlene Eisenberg, dalam buku What to Eat When You're Expecting, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung additive. Bagi balita, bahan-bahan yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ pencernaan.

Selain itu juga kandungan utama dari mie adalah karbohidrat. Lalu ada protein tepung (gluten), dan lemak, baik yang dari mienya sendiri maupun minyak sayur dalam sachet. Jika dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori, namun miskin zat-zat gizi penting lain seperti vitamin, mineral dan serat.

Kalau mau bergizi lengkap, perlu ditambahkan sayuran seperti kol, sawi, tomat, brokoli, wortel, atau kecambah, tambahkan juga baso, udang , telor, sosis atau kornet. Bahan-bahan ini tinggal dimasukkan saat kita merebus mie..mudah bukan? Dan yang perlu diingat, sebaiknya hindari konsumsi mie instant setiap hari.

Label: hamil, balita. Dibaca: 23981 kali. Facebook Share: 38.Twitter Share: 19. Rating: ♥♥♥♥

Informasi Kesehatan terkait:

Gabung milis DechaCare.com!
Bookmark: Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Share di Facebook Disclaimers
Beri rating:
Beri tahu teman


Silakan tulis pesan Anda pada kolom berikut ini (gunakan tanda koma [,] untuk mengirim ke lebih dari satu teman pada bagian Nama dan Email teman):
Nama Anda:
Email Anda:
Nama Teman:
Email Teman:

Tuliskan pesan Anda pada kolom berikut:

Kode:
Tulis Kode:

Ada 1 komentar untuk informasi kesehatan ini. Posting komentar Anda.

Oleh: tissa, tanggal: 2009-01-24 03:06:29
thanks yah atas informasinya,karena saya juga khawatir dengan adik saya yang susah makan dan maunya makan mi instan melulu

1 

RSS Feed Info Kesehatan
Tips Kesehatan
.Tips Mengatasi Pegal Linu Dengan Cara Alami
.Tips Mengatasi Batuk Berdahak
.Delapan Tip Miliki Kulit Cantik Alami
Berita Keluarga
.Pentingnya Berkumur Setelah Muntah pada Ibu Hamil
.Tanda-tanda Tubuh Kurang Gizi
.Stres Bikin Daya Tahan Tubuh Menurun
Pola Hidup
.Pilih-Pilih Sepatu Pesta untuk Wanita
.10 Jenis Makanan Berkhasiat untuk Pria
.6 Pertimbangan Saat Memilih Gym
Anak dan Balita
.Kurangi Gangguan Saat Gigi Anak Tumbuh
.Puting Payudara Rata Bikin Susah Menyusui?
.Agar ASI Tetap Lancar Saat Anda Bekerja
Berita Seks
.Tanda-tanda Jumlah Sperma Anda Normal
.Pacu Gairah, Wanita Mau Pria Bersuara Seksi di Ranjang
.Cara-Cara Ampuh Ciptakan Klimaks Bercinta

 
 
Copyright © 2012 www.DechaCare.com. All rights reserved.  
Aktivitasku...
Aktivitasku...
  • Refresh