dechacare.com dechacare.com

SHORTCUTS!!
 »  Informasi Seks
 »  Kirim Informasi
 »  Index Informasi
 »  Kalender Kesehatan
 »  Forum Kesehatan
 »  Humor Kesehatan
 »  Kirim Humor
 »  Daftarkan Link
 »  FAQ
» 

Darah Tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.

  Anda berada di: Beranda - Informasi Kesehatan - Baca Informasi Kesehatan  
 
  

Pengirim: JanTanggal: 2007-11-29Jumlah Klik: 11111Rating: Ukuran font:
Wanita Hamil dan Balita Sebaiknya Hindari Mie Instan
Label: hamil, balita
Baru: Anggota DechaCare.com
Pilih sendiri informasi yang Anda inginkan dengan bergabung dalam "Anggota DechaCare.com"

Daftar sekarang (GRATIS)
Daftarkan email Anda, selanjutnya DechaCare.com hanya akan mengirimkan informasi pilihan Anda ke email Anda.

Gunakan Widget Profile DechaCare.com Anda untuk mendapat informasi terupdate...

Informasi selengkapnya...

Dewasa ini kian banyak orang yang mempercayakan urusan perutnya pada sebuah sajian yang bernama 'mie instan.' Tiap kali berbelanja ibu-ibu tak lupa menyisipkan mie instan dalam daftar kebutuhannya, anak-anak kos selalu menyimpan beberapa bungkus mie instan untuk mencegah kelaparan di malam hari, para pecinta olahraga gunung pun turut memasukkan mie instan sebagai logistik wajib.

Wajar jika mie instan disukai, karena selain praktis, cepat, lezat dan murah. Namun tahukah anda bahwa mie instan tak mempunyai kandungan gizi yang cukup dan bahkan zat additivenya (tambahan) tak baik untuk wanita yang tengah hamil dan juga balita.

Mie, dalam masyarakat Cina merupakan simbol panjang umur karena bentuknya yang panjang jenis dan bahan pembuatnya bermacam-macam. Ada mie instan, mie kering, mie basah, mie rebus, yang dibuat dari terigu (gandum). Ada juga bihun, yang dibuat dari tepung beras. Lalu soun, yang dibuat dari pati tepung kacang hijau.

Ada juga yang dibuat dari campuran tepung terigu dan beras, tepung tapioka, tepung kentang atau tepung soba. Tapi yang paling populer tentu mie instat, dengan berbagai merk dan citra rasanya, baik dalam kemasan plastik polietilen maupun polistiren (stirofoam), dalam bentuk cangkir atau mangkuk.

Mie instat sebenarnya bentuknya sangat panjang, namun saat pemprosesan ia dilipat, digoreng dan dikeringkan dalam oven panas. Penggorengan inilah yang membuat mie mengandung lemak. Bahan baku utama mi instant memang tepung terigu, namun, selama proses pembuatannya, dipakai juga minyak sayur, garam, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya pengatur keasaman), tartrazine (pewarna kuning).

Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain misalnya karamel, hidrolisat protein nabati, ribotide, zat besi dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam proses pengolahan makanan, dengan tujuan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.

Bumbu mie, misalnya garam, gula, cabe merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat, kecap, vetsin (MSG) serta bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak menggunakan additive. Belum lagi stirofoam dalam mie cangkir, yang dicurigai bisa menyebabkan kanker.

Meski risiko kesehatan akibat additive tak langsung kelihatan, namun menurut Arlene Eisenberg, dalam buku What to Eat When You're Expecting, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung additive. Bagi balita, bahan-bahan yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ pencernaan.

Selain itu juga kandungan utama dari mie adalah karbohidrat. Lalu ada protein tepung (gluten), dan lemak, baik yang dari mienya sendiri maupun minyak sayur dalam sachet. Jika dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori, namun miskin zat-zat gizi penting lain seperti vitamin, mineral dan serat.

Kalau mau bergizi lengkap, perlu ditambahkan sayuran seperti kol, sawi, tomat, brokoli, wortel, atau kecambah, tambahkan juga baso, udang , telor, sosis atau kornet. Bahan-bahan ini tinggal dimasukkan saat kita merebus mie..mudah bukan? Dan yang perlu diingat, sebaiknya hindari konsumsi mie instant setiap hari.

Label: hamil, balita

Informasi Kesehatan terkait:

Gabung milis DechaCare.com!
Bookmark: Google Digg Furl del.icio.us Reddit YahooMyWeb Simpy blogmarks Smarking
Share di Facebook Disclaimers
Beri rating:
Beri tahu teman

Ada 1 komentar untuk informasi kesehatan ini. Posting komentar Anda.

Oleh: tissa, tanggal: 2009-01-24 03:06:29
thanks yah atas informasinya,karena saya juga khawatir dengan adik saya yang susah makan dan maunya makan mi instan melulu

1 


RSS Feed Info Kesehatan
Tips Kesehatan
.Empat Cara Mengatasi Alergi Udara
.Tips Mengecilkan Perut Buncit
.Tips Mengamankan Diri dari Stroke
Berita Keluarga
.Jaga Keamanan, Kenali Jenis Kursi Mobil Bayi
.Cegah Stroke dengan Mengenal Faktor Risikonya
.Tanda-tanda Anda Terkena Gagal Ginjal
Pola Hidup
.Treadmill Tepat, Manfaat Berlipat
.Tips Biar Lebih Percaya Diri
.6 Jalan Sederhana Bikin Hidup Lebih Bahagia
Anak dan Balita
.Tip & Trik Atasi si "Pemberontak"
.Solusi Untuk Anak Tak Suka Buah, Sayur, & Susu
.8 Cara Didik Anak Hidup Bersih
Berita Seks
.Brokoli Sehat untuk Organ Seks Pria
.Latihan Penguat Organ Intim
.5 Hal Penting soal Masturbasi

 
 
Copyright © 2009 www.DechaCare.com. All Rights Reserved.